Menelusuri Keindahan Arsitektur Candi Kalasan, Jejak Budaya Hindu di Jawa Tengah

Gatsu90rentcar.com, Wisata – Sleman merupakan kawasan di Jogja yang memiliki candi paling banyak, salah satunya yang menarik adalah Candi Kalasan.

Sebagai peninggalan Buddha tertua di Indonesia, tempat ini tidak hanya menawarkan sejarah yang menarik, tetapi juga pengalaman seru bagi pengunjungnya.

Bagi yang tertarik mengunjungi cagar budaya ini, dapat memanfaatkan paket travel Jogja yang ditawarkan oleh Biro Perjalanan.

Untuk lebih memahami objek wisata di Sleman ini, berikut adalah ulasannya:

Sejarah Asal usul Candi Kalasan

Sejarah Asal usul Candi Kalasan
Sejarah Asal usul Candi Kalasan

Candi Kalasan merupakan salah satu cagar budaya yang terletak di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Berdasarkan beberapa catatan prasasti, candi ini dibangun pada sekitar tahun 778 Masehi oleh Wangsa Syailendra, yang juga merupakan pembangun Candi Borobudur.

Awal pembuatan Candi Kalasan berasal dari usulan para pendeta untuk membuat tempat pemujaan Dewi Tara.

Oleh karena itu, candi ini juga dikenal dengan nama Candi Tara. Meski bercorak Buddha, candi ini memiliki sedikit pengaruh dari candi Hindu.

Hal ini disebabkan oleh hubungan baik antara Wangsa Syailendra yang beragama Buddha dengan Wangsa Sanjaya yang beragama Hindu.

Sejarah candi ini juga menarik perhatian ahli sejarah Belanda, Van Rumond pada tahun 1928.

Ia menemukan bahwa dulunya di lokasi yang sama, terdapat bangunan suci lain berupa wihara.

Wihara tersebut diperkirakan lebih tua dari candi yang sekarang berdiri dan berukuran 45 x 45 meter.

Setelah dilakukan pemugaran sebanyak 3 kali pada tahun 1927 hingga 1929, 4 sudut candi yang lebih menonjol ditemukan dan menambah keyakinan atas temuan Van Rumond tersebut.

Pada tahun 2021, kawasan Candi Kalasan sempat dilakukan pemugaran total untuk menjaga kelestariannya.

Hal ini menunjukkan betapa pentingnya pelestarian cagar budaya ini bagi bangsa Indonesia.

Dengan keberadaan Candi Kalasan, Indonesia memiliki warisan budaya yang sangat berharga dan perlu dilestarikan untuk generasi selanjutnya.

Info Harga Tiket Masuk Candi Kalasan

Info Harga Tiket Masuk Candi Kalasan
Info Harga Tiket Masuk Candi Kalasan
RetribusiTarif
Tiket Masuk WisatawanRp 5.000,00
Parkir MotorRp 5.000,00
Parkir MobilRp 10.000,00
Biaya Tiket Masuk Candi Kalasan

Bagi para wisatawan yang ingin menjelajahi kawasan cagar budaya, saat ini tidak perlu khawatir dengan biaya mahal yang dikeluarkan.

Hanya dengan membayar lima ribu rupiah, pengunjung sudah bisa memasuki dan menikmati keindahan dari kawasan wisata tersebut.

Biaya yang tertera pada tabel mungkin dapat berubah sewaktu-waktu, namun sebagai panduan bagi para pengunjung yang ingin mengunjungi tempat ini, tabel tersebut dapat dijadikan acuan.

Selain mengunjungi candi dan tempat-tempat menarik lainnya, wisatawan juga dapat memilih layanan paket liburan keluarga.

Dengan harga yang terjangkau dan fasilitas yang lengkap, para pengunjung dapat menikmati liburan yang menyenangkan dan tak terlupakan.

Layanan paket liburan keluarga yang disediakan oleh Kami akan menemani perjalanan wisatawan dan membuat pengalaman liburan menjadi lebih berkesan.

Kawasan cagar budaya ini menyimpan sejarah yang begitu kaya dan menarik untuk dikunjungi.

Dengan biaya yang terjangkau dan paket liburan keluarga yang lengkap, para wisatawan dapat menikmati pengalaman liburan yang menyenangkan dan mendalam.

Jangan ragu untuk mengunjungi tempat ini dan mengeksplorasi keindahan sejarah yang ada di dalamnya.

Candi Kalasan: Keindahan Arsitektur Klasik Jawa Tengah

Candi Kalasan Keindahan Arsitektur Klasik Jawa Tengah
Candi Kalasan Keindahan Arsitektur Klasik Jawa Tengah

Candi Kalasan merupakan salah satu candi Hindu di Yogyakarta yang memiliki arsitektur yang unik dan menarik.

Candi Kalasan terdiri dari beberapa bagian dengan tinggi mencapai 34 meter.

Pertama-tama adalah bagian alas yang berbentuk persegi dengan ukuran 45 x 34 meter. Bagian ini merupakan fondasi dari bangunan candi.

Selanjutnya adalah bagian badan candi yang terdiri dari panggung dan tangga yang menghubungkannya dengan ruang utama.

Terdapat empat tangga pada bagian badan candi, namun hanya tangga di sisi timur yang mengarah langsung ke ruang utama.

Ruang utama candi dilengkapi dengan ruang-ruang kecil di keempat sisinya yang cukup menjorok keluar.

Ruang-ruang tersebut menjadi lokasi penempatan arca lain selain patung Dewi Tara yang berada di ruang utama.

Tidak hanya itu, candi ini juga dihiasi dengan ukiran kalamakara di atas pintu candi serta hiasan lain di bagian atap candi yang berbentuk segi delapan dengan dua tingkatan.

Pada bagian atap ini terdapat sekitar 52 stupa kecil serta patung Gana dengan tinggi setiap stupa sekitar 4 meter yang melambangkan puncak Gunung Mahameru di India.

Bagian dalam ruang utama candi juga menampilkan altar serta lekukan di dinding. Lekukan tersebut menjadi tempat patung perunggu Dewi Tara terpasang.

Dari bagian dalam ruang utama, atap candi yang berbentuk segi delapan dan bertingkat bisa terlihat dengan jelas. Meskipun beberapa bagian candi belum lengkap karena hilang atau rusak, keindahan candi ini masih dapat dinikmati.

Bahkan, kondisi candi yang apa adanya menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang ke candi ini.

Candi Kalasan: Keindahan Arsitektur Klasik yang Menghipnotis

Candi Kalasan Keindahan Arsitektur Klasik yang Menghipnotis
Candi Kalasan Keindahan Arsitektur Klasik yang Menghipnotis

Ternyata, objek wisata di Jogja memiliki banyak hal menarik selain arsitekturnya yang unik. Saat mengunjungi candi ini di Jogja, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan dan nikmati, antara lain:

1. Belajar Budaya & Sejarah

Candi yang dimaksud adalah salah satu situs sejarah yang paling tua di Yogyakarta, dan menjadi peninggalan berharga dari masa lalu.

Candi ini terkenal dengan corak Buddha-nya yang khas dan memiliki banyak nilai sejarah yang terkait dengan seni ukirnya yang sangat maju pada zamannya.

Salah satu hal yang membuat Candi ini istimewa adalah lapisan vernis yang diberikan pada setiap ukiran untuk membuatnya terlihat lebih halus.

Selain itu, motif pahatan berbentuk daun kalpataru dan kalamakara candi juga menjadi ciri khas yang membedakan Candi ini dari yang lainnya.

Candi ini juga menjadi bukti harmoni antara umat beragama pada masa lalu, karena meskipun berkorak Buddha, bangunan ini memiliki sedikit pengaruh agama Hindu pada arsitekturnya.

Pengunjung yang datang ke Candi ini dapat menambah wawasan mereka dengan membaca informasi-informasi yang tersebar di beberapa titik Candi.

Tak heran jika tempat ini sering dikunjungi oleh para cendekiawan dari dalam dan luar negeri untuk melakukan penelitian.

Secara keseluruhan, Candi yang bercorak Buddha ini merupakan salah satu peninggalan sejarah yang sangat berharga di Yogyakarta.

Seni ukirnya yang khas dan lapisan vernis yang membuatnya terlihat lebih halus, menjadi salah satu ciri khas dari Candi ini.

Candi ini juga menjadi bukti harmoni antara umat beragama pada masa lalu, dan menjadi tempat yang sering dikunjungi oleh para cendekiawan untuk penelitian.

2. Piknik Santai

Candi merupakan salah satu tempat bersejarah yang terkenal di Indonesia.

Tak hanya memiliki nilai sejarah yang tinggi, tempat ini juga memiliki daya tarik yang tak kalah menarik.

Salah satunya adalah kawasan taman dan rerumputan hijau yang mengelilingi candi.

Area hijau ini memberikan suasana yang tenang dan asri sehingga menjadi tempat favorit bagi pengunjung untuk bersantai bersama keluarga atau teman-teman.

Tidak hanya itu, kawasan sekitar candi juga menjadi destinasi favorit para pesepeda.

Mereka dapat menikmati perjalanan sepeda melalui jalan pedesaan yang kecil dan berfoto di kawasan candi yang memberikan efek retro dan pixel.

Foto yang diambil akan menjadi sangat menarik dan unik.

Pemandangan candi yang indah juga bisa dinikmati saat malam hari.

Lampu yang menyoroti bangunan candi semakin menambah kesan magis dan memukau.

Namun, pengunjung tetap harus memperhatikan area terlarang dari candi ini.

Sebab, masyarakat Buddha sering menjadikan lokasi ini sebagai tempat peribadatan pada acara-acara tertentu.

Oleh karena itu, bagi pengunjung yang ingin mengunjungi candi ini sebaiknya mengetahui batasan-batasan yang ada dan menghormati masyarakat setempat.

Selain itu, pengunjung juga harus menjaga kebersihan lingkungan dan tidak merusak area sekitar candi.

Secara keseluruhan, candi adalah tempat yang indah dan menarik untuk dikunjungi.

Dengan suasana tenang dan asri di sekitar candi, pengunjung dapat menikmati waktu bersama keluarga atau teman-teman.

Namun, tetap harus diingat bahwa candi ini juga merupakan bagian dari warisan budaya Indonesia yang harus dijaga dan dihormati.

3. Mampir ke Pusat Oleh-Oleh

Jika Anda berkunjung ke kawasan candi di Jogja, jangan lewatkan untuk mampir ke sejumlah toko souvenir yang ada di sekitarnya.

Dengan berbagai macam oleh-oleh khas Jogja yang ditawarkan, tempat ini merupakan surga bagi para pecinta oleh-oleh.

Tidak perlu khawatir dengan harga dan kualitas yang ditawarkan di toko-toko ini, karena tidak jauh berbeda dengan pusat oleh-oleh terkenal lainnya.

Anda bisa memilih berbagai jenis oleh-oleh khas Jogja seperti bakpia atau kerajinan tangan yang dijual di sini.

Selain itu, toko-toko souvenir di sekitar kawasan candi ini juga bisa menjadi alternatif bagi Anda yang lupa atau tidak sempat mengunjungi sentra oleh-oleh di Jogja.

Dengan lokasinya yang strategis dan mudah dijangkau, Anda bisa membeli oleh-oleh khas Jogja dengan mudah dan praktis.

Jangan lupa untuk membawa pulang oleh-oleh khas Jogja sebagai kenang-kenangan dari liburan Anda di kota gudeg ini.

Selain menjadi buah tangan yang bermanfaat, oleh-oleh khas Jogja juga bisa menjadi pengingat manis tentang pengalaman liburan yang tak terlupakan.

Alamat dan Rute Menuju Candi Kalasan

Candi Kalasan terletak di Kalibening, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, tepat di sebelah timur Jalan Raya Yogya-Solo.

Meski hanya beberapa meter dari jalan utama, lokasinya masih sering luput dari perhatian wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta.

Namun, Candi Kalasan tidak kalah menarik dengan tempat wisata sejarah lainnya di Yogyakarta.

Terlebih lagi, lokasinya yang berdekatan dengan Candi Prambanan dan Candi Sari membuatnya sangat layak dikunjungi.

Untuk menuju ke Candi Kalasan dari arah Prambanan, wisatawan bisa mengikuti Jalan Jogja-Solo ke arah Yogyakarta.

Setelah melewati RS. Bhayangkara, wisatawan dapat masuk ke gang di sebelah kiri jalan yang mengarah langsung ke komplek candi.

Bagi yang masih bingung dengan rute menuju Candi Kalasan, dapat memanfaatkan bantuan sopir dari rental mobil seperti rental mobil Jogja yang selalu siap mengantar wisatawan.

Atau, bisa menggunakan bantuan petunjuk jalan dari aplikasi Google Maps.

Candi Kalasan memiliki keunikan tersendiri dengan arsitektur campuran antara Hindu dan Buddha, sehingga memberikan kesan yang sangat menarik.

Sebagai peninggalan sejarah, bangunan ini memiliki makna penting sebagai simbolisasi kerukunan antara umat Hindu dan Buddha di masa lalu.

Ketika berkunjung ke Yogyakarta, jangan lupa untuk menyempatkan diri untuk mengunjungi Candi Kalasan.

Selain menambah wawasan tentang sejarah, wisatawan juga akan dibuat kagum dengan keindahan arsitektur candi yang masih terjaga hingga saat ini.

Waktu Operasional Candi Kalasan

Waktu Operasional Candi Kalasan
Waktu Operasional Candi Kalasan

Tempat ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Namun, bagi Anda yang ingin menikmati keindahan candi ini secara lebih private dan tenang, waktu yang paling tepat untuk mengunjunginya adalah saat pagi hari.

Pada waktu itu, suasana masih sepi dan hawa sejuk serta tenang di pagi hari memberikan vibes tersendiri yang cukup berkesan.

Anda dapat menikmati dengan bebas keindahan di sekitar kawasan candi pada waktu pagi hari.

Sinar matahari yang terang dan terasa lembut menjadi cahaya alami yang apik untuk Anda berfoto.

Anda bisa mengabadikan momen-momen indah saat pagi hari dengan latar belakang candi yang megah.

Namun, bagi Anda yang tidak bisa datang pada pagi hari, jangan khawatir.

Karena lokasinya yang dikelilingi pemukiman warga, Anda masih bisa melihat keindahan candi ini saat malam.

Cahaya lampu yang dipasang pada candi memberikan kesan yang berbeda pada waktu malam hari.

Anda bisa menikmati pemandangan candi yang megah dengan cahaya lampu yang indah pada waktu malam.

Singkatnya, tempat ini menawarkan keindahan yang menakjubkan pada waktu yang berbeda.

Jadi, tidak ada salahnya untuk mengunjungi tempat ini pada waktu yang berbeda untuk mendapatkan pengalaman yang berbeda pula.

Tinggalkan komentar